Bupati Dian : Tugas Utama Bukan Bangun Fisik, Tapi Bangun Manusia  

Kuningan, -Sebanyak 77 kepala sekolah SMP se-Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan Retret dan Pembekalan Pendidikan Karakter (Character Building) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Jumat malam (21/8/2026). Kegiatan berlangsung di kawasan Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan.

 

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., hadir langsung sebagai pembicara utama. Dalam arahannya, beliau mengajak para kepala sekolah kembali merenungi hakikat tugas sesungguhnya.

 

“Apa yang sedang kita bangun? Apakah tembok sekolah yang kokoh? Rak piala yang penuh? Ruang kelas yang megah? Bagi saya, Bapak-Ibu sedang membangun manusia, bukan membangun fisik,” tegas Bupati Dian.

 

Bupati Dian menjelaskan bahwa bangunan bisa direnovasi, kurikulum dapat diperbarui, dan teknologi terus berkembang, namun pembentukan karakter manusia berdampak jauh lebih panjang, menyentuh masa depan anak, keluarga, masyarakat, hingga arah pembangunan daerah.

 

“Membangun manusia itu adalah investasi, bukan sekadar biaya,” ucapnya, mencontohkan langkah Singapura yang mengandalkan kualitas sumber daya manusia meski terbatas sumber daya alamnya.

 

Bupati Dian juga menekankan pentingnya menghadirkan sekolah yang disukai anak, bukan sekadar tempat kewajiban.

 

“Tugas kita bukan sekadar memastikan anak datang ke sekolah, tapi memastikan anak itu ingin ke sekolah. Pendidikan tidak boleh seragam untuk anak yang bakatnya tidak berseragam,” katanya.

 

Sebagai arsitek budaya sekolah, kepala sekolah menentukan iklim lingkungan pendidikannya.

 

“Jika kepala sekolah bangun budaya disiplin, sekolah jadi disiplin. Bangun budaya belajar, maka belajar kental. Bangun budaya saling menghargai, maka semua saling menghormati,” jelasnya.

 

Lebih jauh Bupati Dian mengajak tak gentar bermimpi besar kepada seluruh peserta Retret.

 

“Perubahan besar dimulai dari perubahan kecil. Satu guru berubah, satu kelas berubah. Satu kelas berubah, satu sekolah berubah. Satu sekolah berubah, Kabupaten Kuningan akan berubah,” pungkasnya.

 

 

(H.Aboy)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *