M Nurdijanto : Pendidikan keselamatan lalu lintas tidak harus menunggu menjadi dewasa

Kuningan,-Budaya keselamatan berlalu lintas perlu dibangun sejak usia dini dan dimulai dari lingkungan keluarga. Demikian ditegaskan Ketua TP PKK Kuningan Hj. Ela Helayati, yang akrab disapa Bunda Ela, saat menghadiri Bimbingan Teknis Keselamatan SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini) di TK Pertiwi Kuningan, Jl. Aruji Kartawinata, Rabu (16/9/2026). Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Direktorat PKTJ Anton Budiarjo.

Dalam sambutanya Bunda Ela menyampaikan, keluarga merupakan lingkungan utama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan kedisiplinan, kepedulian, dan kesadaran terhadap keselamatan di jalan raya melalui keteladanan sehari-hari, ujarnya.

Kebiasaan sederhana kata Bunda Ela, seperti menggunakan helm, menyeberang di tempat yang aman, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengajarkan anak untuk tidak bermain di jalan merupakan bagian penting dari pendidikan keselamatan.

Program SALUD, memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan pemahaman kepada anak, melainkan memperkuat peran orang tua sebagai agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan keluarga.

“Keselamatan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Dalam hal ini Saya berharap kepada kader PKK dapat menjadi pelopor edukasi keselamatan lalu lintas kepada anak-anak dan menyebarluaskan pemahaman tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kab. Kuningan, H. Mochamad Nurdijanto, SH., M.Si., mengatakan, Bimtek SALUD merupakan upaya menanamkan kesadaran, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sejak usia dini.

“Pendidikan keselamatan lalu lintas tidak harus menunggu seseorang menjadi dewasa. Justru sejak anak-anak, pemahaman mengenai keselamatan, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas perlu ditanamkan dan dibiasakan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini anak-anak diperkenalkan dengan berbagai rambu lalu lintas, tata cara menjaga keamanan ketika berada di jalan, serta pentingnya mengutamakan keselamatan diri dan orang lain.

Nurdijanto berharap edukasi tersebut dapat membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, peduli, dan memiliki kesadaran untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Kegiatan ini diikuti TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), anak-anak TK Pertiwi, para tenaga pendidik. Hadir sebagai narasumber dari Direktorat PKTJ, Anton Budiarjo, jajaran Dishub dan Kabid PAUD Disdikbud Kuningan.

Acara ditandai penyerahan Helm SNI secara simbolis sebagai bagian dari edukasi pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan saat berkendara.

Melalui kolaborasi pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat, edukasi keselamatan lalu lintas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat sejak anak-anak hingga mereka dewasa.

(H.Aboy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *