Kuningan,-Ratusan warga Dusun II Wana Asih, Desa Randusari, Kecamatan Cibeurem, Kabupaten Kuningan, menyampaikan aspirasi sekaligus tuntutan mendesak terkait dampak keberadaan Bendungan Kuningan dalam audiensi di Ruang Sidang Utama DPRD Kuningan, Selasa (15/9/2026). Pertemuan diterima langsung Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy didampingi jajaran pimpinan komisi.
Melalui tayangan video testimoni serta penyampaian langsung, warga memaparkan penderitaan yang dialami sejak bendungan beroperasi 4 tahun silam: arus air bising mengganggu ketenangan, bau menyengat memicu keluhan kesehatan, hingga kekhawatiran terjadinya kerusakan bendungan yang mengancam keselamatan nyawa.
“Mohon DPRD Kuningan kawal solusi relokasi kami ke lahan aman. Jika terus tanpa solusi, kami akan menutup rapat operasional Bendungan Kuningan!” tegas perwakilan warga disambut tepuk tangan ratusan peserta audiensi.
Merespons tuntutan tersebut, Ketua DPRD Nuzul Rachdy menegaskan memahami sepenuhnya penderitaan warga. Ia meminta pemerintah daerah membentuk tim khusus penyelesaian masalah dan segera menyiapkan lahan relokasi.
“Opsi yang tepat memang relokasi pemukiman warga Dusun II Wana Asih. Mohon eksekutif fokus pada solusi ini, dan komisi terkait mengawal ketat,” ujar Nuzul.
Sementara Kepala Bappeda Kuningan, Purwadi Hasan Darsono, S.Hut., M.Sc., mengonfirmasi relokasi adalah langkah yang paling tepat. Ia menjelaskan belum ditemukan teknologi yang mampu sepenuhnya meredam bau dan kebisingan akibat aliran air bendungan.
“Diperkirakan kondisi bendungan tidak lagi berbau baru akan tercapai sekitar 15 tahun mendatang, serupa dengan proses yang terjadi di Waduk Darma,” paparnya.
Purwadi menegaskan penanganan masalah ini harus menjadi tanggung jawab bersama lintas instansi, termasuk BBWS Cisanggarung-Cimanuk serta kementerian terkait.
Sementara itu, perwakilan BBWS menyampaikan sudah melakukan berbagai upaya penekanan bau dan pemberian akses air bersih, yang sebagian klaimnya langsung dibantah oleh warga.
(H.Aboy)

