Kuningan,-Sebanyak 30 siswa di Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, diduga mengalami keracunan usai menyantap jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, Selasa (15/9/2026). Terdiri dari 29 siswa SMP dan 1 siswa SD, seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Ciwaru dan kondisinya kini terkendali.
Menyusul laporan tersebut, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. langsung meninjau lokasi guna memastikan para siswa tertangani dengan baik, didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kuningan, dr. Edi Martono. Bupati juga memerintahkan Sekretaris Daerah U. Kusmana, S.Sos., M.Si. selaku Ketua Satgas MBG untuk memimpin langsung pengawasan dan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa terulang.
Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., menegaskan langkah tegas telah diambil terhadap dapur penyelenggara yang terlibat.
“Bersama Satgas MBG Kabupaten dan BGN, SPPG penyelenggara di Ciwaru telah kami suspen sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan tindak lanjut selanjutnya,” ungkap Sekda U. Kusmana.
Langkah penghentian sementara ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pencegahan agar tidak terjadi insiden serupa di tempat lain. Seluruh dapur penyelenggara di Kabupaten Kuningan kini juga masuk dalam daftar pengawasan ketat.
Bupati Dian menegaskan perintah tersebut agar dilaksanakan secara konsisten.
“Semuanya ada prosedurnya. Saya perintahkan kepada Ketua Satgas MBG sekaligus Sekretaris Daerah untuk melakukan pengawasan ketat, evaluasi menyeluruh, dan mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegas Bupati.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kuningan dr. Edi Martono menjelaskan penyebab keracunan belum dapat dipastikan satu faktor, melainkan kemungkinan berasal dari berbagai hal: peralatan masak yang tidak bersih, kontaminasi bakteri, maupun kondisi tubuh yang sedang menurun.
Menu yang dikonsumsi dan sedang diperiksa meliputi ayam katsu, sayur brokoli, buah melon, dan tahu. Sampel dikirim ke laboratorium dan hasil diperkirakan keluar dalam 14 hari ke depan.
“Semuanya masih dalam penyelidikan. Hasil lab baru diketahui 14 hari ke depan. Harapan saya semoga para pelajar dapat cepat pulih kembali,” imbuh Kadinkes.
(H.Aboy)

