Soekarno Run Kuningan Digelar, Peringati Tiga Momen Penting Sejarah Bangsa  

Kuningan,-Dalam rangka memperingati Bulan Soekarno, digelar kegiatan Soekarno Run di Taman Pandapa Paramarta, Kabupaten Kuningan, pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh sayap partai Benteng Muda Indonesia ini menjadi ajang mengenang sekaligus menghormati jasa dan perjuangan Bung Karno.

 

Ketua DPD PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, menyampaikan bahwa bulan Juni memiliki makna sejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Ada tiga peristiwa besar yang terjadi pada bulan ini, yaitu kelahiran Pancasila sebagai dasar negara, hari lahir Presiden Pertama RI Ir. Soekarno, serta hari wafatnya Bung Karno.

 

“Bulan Juni bukan sekadar pergantian tanggal, melainkan bulan yang menyimpan tiga momen bersejarah: lahirnya Pancasila, lahirnya Bung Karno, dan berpulangnya Bung Karno. Oleh karena itu, kami menyebutnya sebagai Bulan Sukarno, sebagai bentuk penghormatan dan pengingat bagi generasi sekarang,” tegas Nuzul Rachdy

 

Menurutnya, kegiatan Sukarno Run ini dikemas dalam bentuk olahraga dan kebersamaan agar peserta, terutama kaum muda, dapat lebih mudah memahami dan mencintai nilai-nilai perjuangan serta ajaran yang ditinggalkan oleh Bung Karno.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kembali semangat persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air. Semangat Bung Karno harus terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dikenang lewat tulisan saja,” tambahnya.

 

Nuzul Rachdy berharap peringatan ini dapat menjadi momentum untuk terus menjaga keutuhan NKRI mengamalkan nilai-nilai Pancasila. “Saya berharap generasi muda dapat melanjutkan perjuangan Bung Karno dalam membangun bangsa yang adil, makmur, dan berdaulat.” Pungkanya.

 

Sementara Ketua Panitia Benteng Muda Indonesia Kabupaten Kuningan Pengkuh Adiwiguna Putra menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari unsur pemuda, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Rute lari dirancang melintasi sejumlah titik strategis di pusat Kota Kuningan, dengan tujuan memperkenalkan sekaligus menguatkan rasa memiliki terhadap sejarah dan identitas bangsa.

 

 

(H.Aboy)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *