Kuningan,-Kuliner sederhana khas pedesaan, tutut, berubah menjadi daya tarik utama dalam BUMDes Festival Jawa Barat 2026 yang digelar di kawasan Wisata Waduk Darma, Minggu (30/8/2026). Melalui rangkaian Festival Ngecrok Tutut Sajagat Sajedingna, makanan yang kerap dipandang sebelah mata ini diangkat menjadi ikon wisata sekaligus bukti potensi ekonomi desa yang dapat naik kelas.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menegaskan, keunggulan tidak harus selalu berupa sesuatu yang mewah.
“Yang kecil, sederhana, dan unik ini justru bisa menjadi istimewa jika dikemas dengan baik dan punya pasar yang tepat,” ujarnya.
Filosofi ini menjadi cermin bagi BUMDes: jangan sekadar berdiri karena kewajiban, melainkan menghasilkan manfaat nyata.

“Jangan hanya punya produk tanpa pasar. Jangan hanya bangun tapi tidak mampu jalankan. Pasar lokal bagus, tapi arahkan ke pasar regional, nasional, bahkan internasional,” tegas Bupati.
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyoroti potensi besar Waduk Darma sebagai destinasi unggulan. Namun pembangunannya harus berurutan:
“Jangan buru-buru bangun banyak homestay kalau belum banyak yang datang. Pastikan atraksinya kuat dulu, wisatawan datang, baru penginapan tumbuh mengikuti,” ujarnya.
Sekda Herman menekankan tiga pilar pariwisata yang harus seimbang:
-Aksesibilitas — jalan dan jangkauan semakin terbuka
-Atraksi — kuliner, budaya, dan keunikan seperti tutut yang menjadi daya tarik datang
-Amenitas — penginapan, kebersihan, dan kenyamanan tumbuh seiring jumlah pengunjung
Lebih jauh Herman mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kuningan yang mencapai 6,98% pada 2025, dan berharap terus menembus angka 7%. Penguatan BUMDes menjadi kunci menjaga momentum tersebut.
“Pendapatan ditingkatkan, pengeluaran dikendalikan. Dua hal itu saja, ekonomi masyarakat akan kuat,” pesannya.
Ketua Panitia sekaligus Direktur Jaringan BUMDes Nasional (Jarsanas) Christian Kent menyebut festival ini bukan seremonial belaka. Hadir 50 stan BUMDes & UMKM, talkshow, pesta kuliner, hingga jalan santai.
“Kita bukan lagi Superman, melainkan Superteam. Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa harus bergandengan tangan memajukan dari akar rumput,” Pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kemendes, OJK, Bank Indonesia, perbankan, Forkopimda, serta ratusan pengelola BUMDes se-Jawa Barat. Waduk Darma kini bukan sekadar pemandangan indah ia menjadi buktibsesuatu yang biasa bisa menjadi luar biasa ketika dikelola bersama.
(H.Aboy)

