Kuningan,-Sebanyak sekitar 1.000 siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP Negeri 1 Ciawigebang mengikuti kegiatan Bimbingan, Edukasi, dan Pelatihan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R yang digelar Selasa (8/9/2026). Mengusung tema “Dari Sampah Menjadi Berkah: Membangun Generasi Peduli Lingkungan”, kegiatan ini berlangsung berkat kerja sama sekolah dengan Yayasan Nurul Muhibbin Ecogreen.
Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan undangan nomor: 400.3/5/275/SMP.12/2026 tertanggal 5 September 2026, ditandatangani Kepala Sekolah H. Abdul Aris, M.Pd.
Suasana semakin istimewa dengan kehadiran langsung Camat Ciawigebang di lokasi acara, pimpinan kecamatan ini menandakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap gerakan pengelolaan sampah berbasis sekolah, yang diharapkan dapat menular hingga ke lingkungan masyarakat luas.
Tim yang memberikan pelatihan merupakan jajaran Nurul Muhibbin Ecogreen, yang sebagian besar adalah alumni SMPN 1 Ciawigebang dan SMAN 2 Kuningan. Anggota tim yang turun langsung:
1. Kang Iyan Setiawan — Founder Nurul Muhibbin Ecogreen
2. Kang Dadang Iskandar — Tim Pengelolaan & Teknis
3. Teh Faida Ayu Maolani — Tim Sosialisasi & Kemitraan
Iyan Setiawan menyampaikan pesan sekaligus menjabarkan empat prinsip utama yang menjadi fondasi gerakan ini di hadapan ribuan siswa:
“Kami dulunya juga duduk di bangku ini. Sekarang kami kembali bukan untuk mengajarkan hal yang sulit, melainkan hal yang sederhana: pilahlah sampahmu, maka sampah itu bukan lagi beban, melainkan berkah.”
Ia memaparkan secara rinci keempat prinsip tersebut:
Pertama: Kecilkan Sampah. Mulai dari diri sendiri, kurangi penggunaan barang sekali pakai. Semakin sedikit sampah yang kita hasilkan, semakin ringan beban lingkungan kita.
Kedua: Pisahkan Sampah. Bedakan sejak dihasilkan — organik, anorganik, dan yang bisa didaur ulang. Jangan dicampur, karena yang terpisah akan bernilai, yang tercampur justru menjadi sampah yang tak berguna.
Ketiga: Manfaatkan Sampah. Sampah organik bisa diolah jadi pupuk. Sampah anorganik yang masih layak punya nilai jual. Barang yang masih bisa dipakai kembali, gunakanlah. Dari sini lahir manfaat, bahkan penghasilan.
Keempat: Jaga Kebersihan Lingkungan. Bukan hanya memilah di tempat pembuangan, tetapi menjaga sekolah, rumah, dan sekitar agar tetap bersih. Lingkungan yang sehat adalah cerminan kesadaran yang utuh.
“Jadi, bukan sekadar membuang, melainkan mengubah cara pandang. Sampah yang dikelola dengan benar bukan masalah, melainkan sumber manfaat. Mulailah dari hal kecil, dari diri sendiri, dan jadilah pelopor perubahan di lingkunganmu,” tegas Iyan.
Iyan mengajak para siswa menyebarkan kesadaran ini kepada keluarga dan tetangga di rumah masing-masing.
Sementara Kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dengan pembiasaan nilai agama dan penyampaian program oleh Ust. Yana, S.Pd.I. selaku PKS Bidang Pembinaan Kesiswaan. Dilanjutkan pembukaan resmi yang dipimpin MC OSIS disertai sambutan Kepala Sekolah H. Abdul Aris, M.Pd.
Pemaparan materi dibagi dalam beberapa sesi. Sesi pertama pukul 08.00–09.30 WIB disampaikan langsung oleh Kang Iyan Setiawan, bertepatan dengan kedatangan Camat Ciawigebang. Setelah istirahat, sesi kedua dilanjutkan oleh tim lengkap Nurul Muhibbin Ecogreen. Siang harinya, materi berlanjut hingga sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung hangat sebelum acara ditutup pukul 14.00 WIB.
Kegiatan ini didukung penuh oleh OSIS, Gerakan Literasi Sekolah, IKAJA, PMR, serta Tim Adiwiyata SMPN 1 Ciawigebang. “Iyan berharap materi yang disampaikan bukan sekadar dihafal, melainkan dijalankan secara berkelanjutan membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya.” Imbuhnya.
(H.Aboy)

