Kuningan,-Kendati masih menyelimuti suasana duka atas wafatnya rekan sesama Edi Junaedi bin DM. Suryaman pada Jumat (4/9/2026), komunitas Bobotoh Kolot (BOBOKO) Distrik Kabupaten Kuningan tetap tampil solid. Minggu (6/9/2026) malam, di kediaman tokoh suporter H. Toto Toharuddin, para pendukung Maung Bandung berkumpul menonton bareng kemenangan Persib Bandung melawan PSM Makassar — sekaligus mematangkan gebrakan program baru yang jauh melampaui sekadar hiburan sepak bola.
Sebelum laga dimulai, doa bersama dipanjatkan secara khusyuk untuk mendoakan almarhum.
Ketua BOBOKO Kuningan H. Deni Hamdani menegaskan arah baru organisasi: tidak lagi hanya berkutat di stadion atau berkumpul menonton pertandingan. Kini komunitas turun langsung memberdayakan warga lewat program Boboko Balad UMKM.
“Bobotoh Kolot harus tampil beda, menjadi manusia yang aktif berguna berpartisipasi dalam pembangunan,” tegas Deni.
Kemitraan strategis telah dijalin bersama bank bjb untuk membekali para anggota pelatihan kewirausahaan. Dukungan juga datang dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan yang menyiapkan berbagai pelatihan keterampilan hidup guna melahirkan peluang usaha baru yang sesuai kebutuhan pasar.
H. Toto Toharuddin mempertegas semangat perubahan ini:
“Kita sekarang jangan lagi ramai dalam kata-kata. Ayo Bobotoh Kolot Kuningan, kita harus ramai dalam aksi nyata,” ucapnya.
Program ini direncanakan langsung bergulir bertepatan dengan momen laga panas Persija vs Persib pada pekan mendatang. Selain penguatan ekonomi, agenda bakti sosial peduli kemanusiaan juga masuk daftar prioritas yang akan segera dieksekusi.
Duka yang dirasakan tidak membuat komunitas ini surut, justru menjadi pengingat untuk lebih bermanfaat bagi sesama.
(H.Aboy)

