Kuningan-Peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan 1 Septemver 2026 dan Haul Syekh Maulana Akbar merupakan momentum untuk bertafakur dan bermuhasabah. Perjalanan Kuningan tidak dapat dipisahkan dari doa dan perjuangan para ulama serta tokoh-tokoh terdahulu. Hal itu dikatakan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, disela acara Haul Syekh Maulana Akbar, di kawasan Astana Gede Kuningan, Rabu (26/8/2026).
Pembangunan Kuningan kata Bupati Dian, tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik. Jalan, gedung dan jembatan memang penting. Namun, pembangunan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kekuatan moral, kehidupan keagamaan dan empati sosial.
“Kemajuan sebuah bangsa tidak akan memiliki makna apabila tidak dibarengi dengan akhlak atau karakter yang mulia.”
Dian juga mendorong agar kegiatan istighosah, Tabligh Akbar dan ziarah terus dilaksanakan.
Terkait program Gema Saumima (Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam) sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap para leluhur.
Semangat menjaga makam dan menghormati para pendahulu tersebut sejalan dengan pesan utama Haul Syekh Maulana Akbar, bahwa pembangunan masa depan harus tetap memiliki akar sejarah.
Bupati Dian mengapresiasi Ustad Solmed yang hadir memberikan tausiah. Ia berharap tausiah tersebut dapat membuka mata hati dan pikiran masyarakat serta menjadi bekal untuk memperbaiki kualitas kehidupan. Ia juga turut mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas Kabupaten Kuningan. Masyarakat diajak tidak mudah terpecah belah maupun terpengaruh isu-isu yang menyesatkan.
Ihwal perbedaan, kata Dian harus ditempatkan sebagai kekuatan sekaligus kekayaan dalam persaudaraan.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, kata Dian, tidak dapat bekerja sendiri. Pembangunan membutuhkan kebersamaan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat.
(H.Aboy)

