Kuningan,-Meski baru menjabat hampir dua tahun, dinamika politik di lingkungan Pemkab Kuningan mulai memanas menyusul isu pergantian kepemimpinan Partai Gerindra Kabupaten Kuningan. Kabar yang menguat menyebutkan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, diproyeksikan akan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kuningan, menggantikan Penjabat Ketua, Dr. H. Toto Tohari, M.Pd.
Kenaikan kursi ketua partai ini dinilai akan menjadi langkah awal sekaligus penguatan posisi Tuti Andriani untuk melangkah sebagai calon Bupati Kuningan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029. Sementara itu, nama H. Rokhmat Ardiyan yang sempat disebut-sebut sebagai calon ketua, kini dipastikan akan berkonsentrasi menjalankan amanah sebagai Anggota DPR RI. Persaingan internal pun kini mengerucut pada dua nama: Tuti Andriani dan Toto Tohari.
Saat dikonfirmasi Via Telpon seluler. Sabtu (22/8/2026), Plt. Ketua DPC Partai Gerindra Kuningan, Toto Tohari, memberikan jawaban diplomatis.
“Anggota Gerindra tidak mungkin bersaing dengan sesama kader Gerindra. Pada prinsipnya, kader Partai Gerindra tetap kompak, bersatu dari pusat hingga daerah. Itu saja,” ucapnya sembari tersenyum.
Terkait statusnya yang masih menjabat sebagai Penjabat Ketua selama hampir satu tahun, Toto Tohari menjelaskan bahwa keterlambatan penetapan pengurus bukan hanya terjadi di Kuningan, melainkan menyeluruh di seluruh Indonesia.
“Kebetulan penetapan pengurus baru di DPP saja baru dilakukan beberapa minggu terakhir. Prosesnya berjenjang: dari DPP ke DPD, baru kemudian menyusul ke DPC secara serentak di seluruh Indonesia,” paparnya.
Toto Tohari memproyeksikan pelantikan pengurus DPC akan berlangsung pada Oktober atau November 2026. Ia menegaskan mekanisme di Gerindra berbeda dengan partai lain.
“Di Partai Gerindra tidak ada Musyawarah Cabang (Muscab). Pengurus ditetapkan langsung melalui perintah DPP. Makanya, di Gerindra jangan ada yang merasa paling hebat atau paling jago. Siapapun yang ditunjuk, harus siap melaksanakan amanah,” tegasnya.
Terkait isu adanya nama-nama yang diusulkan atau diproyeksikan sebagai ketua, Toto Tohari menegaskan tidak ada daftar kandidat yang dikirim ke pusat.
“Tidak ada usulan nama, tidak ada pencalonan. Sifatnya murni keputusan dan komando dari DPP. Siapapun yang ditunjuk, kita wajib taat dan patuh,” tandasnya.
Sementara mengenai siapa yang akan memegang tongkat kepemimpinan DPC ke depan, baik dirinya, Tuti Andriani, maupun nama lainnya. Toto Tohari mengaku tidak mengetahui keputusan tersebut.
“Itu sepenuhnya wewenang pusat. Yang kami lakukan saat ini tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan. Siapapun yang nanti ditunjuk, kami akan dukung bersama,” Pungkas Toto.
Dinamika ini semakin membuktikan bahwa panggung politik Kuningan mulai bergairah, dua tahun sebelum perhelatan akbar Pilkada 2029 digelar.
(H.Aboy)

