Kabid SD Surya : Dugaan Bullying di Cipakem Itu Insiden Bermain Bukan Penganiayaan  

Kuningan,-Beredarnya informasi terkait dugaan tindakan perundungan atau bullying yang menimpa seorang siswa Sekolah Dasar di Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan.

 

Untuk memastikan kondisi korban serta memperoleh keterangan langsung, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid SD) Disdikbud Kuningan, Surya, S.Pd., M.M., melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Juanda, Rabu (7/10/2026).

 

Dalam kunjungan tersebut, pihak Disdikbud berdialog dengan keluarga korban dan memperoleh penjelasan kronologi kejadian. Berdasarkan keterangan yang diterima, peristiwa bermula saat sejumlah anak menyaksikan hiburan di desa, lalu berencana melakukan atraksi permainan. Salah seorang anak menuangkan bensin ke tanah dan membakarnya. Api menyambar tangan anak tersebut; karena panik, botol bensin terlepas, isinya tumpah dan mengenai pakaian anak lain yang berada di dekatnya.

 

“Kejadian bermula saat anak-anak sedang menonton hiburan di desa. Kemudian mereka berencana bermain atraksi. Saat bensin terbakar dan menyambar tangan salah seorang anak, botol tersebut dilepas ke samping dan mengenai anak yang berada di dekatnya,” jelas Surya.

 

Sementara Ibu korban, Nursiah menyampaikan kedua keluarga telah bermusyawarah secara kekeluargaan dan sepakat mengutamakan proses penyembuhan anak.

 

“Pihak keluarga sudah berembuk dan sepakat untuk melakukan pengobatan hingga sembuh. Karena ini insiden, dan tidak ada unsur penganiayaan maupun kesengajaan yang terjadi pada saat bermain,” ujar Nursiah.

 

Surya menegaskan, berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan dari keluarga, peristiwa tersebut lebih mengarah pada kecelakaan saat bermain, bukan tindakan penganiayaan yang disengaja. Meski demikian, Disdikbud tetap memantau perkembangan kondisi anak serta memastikan penanganan berjalan baik.

 

“Yang terpenting saat ini adalah kondisi anak. Kedua keluarga sudah saling memaafkan, dan keluarga anak yang terlibat juga menyatakan siap membantu menanggung biaya pengobatan,” ungkap Surya.

 

Pihak Disdikbud kuningan melalui Kabid SD Surya mengimbau masyarakat untuk tidak menilai peristiwa secara sepihak, melainkan melihat keseluruhan kronologi. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan, terutama saat anak menggunakan bahan berbahaya saat bermain. Setiap persoalan yang melibatkan anak diharapkan diselesaikan secara bijaksana dengan mengutamakan keselamatan, pemulihan, serta komunikasi.

 

 

(H.Aboy)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *