Kuningan,-Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2027 menjadi sorotan utama dalam kegiatan sosialisasi Bhakti Pengawasan dalam Perencanaan Program Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir Indonesia. Kegiatan berlangsung di Arunika Eatery, Jalan Cigugur-Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Selasa (25/8/2026).
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menyusun langkah strategis guna memastikan setiap tahap — dari perencanaan hingga pelaksanaan — berjalan aman, terkendali, bermanfaat, dan tidak mengabaikan keselamatan serta perlindungan lingkungan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BAPETEN, Ir. Zaenal Arifin, M.T., menegaskan bahwa pengawasan tidak menunggu proyek berjalan, melainkan dimulai sejak penyusunan rencana.
“Pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir harus dimulai sejak tahap perencanaan. Setiap program memiliki dasar hukum yang kuat, standar keselamatan tinggi, dan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Keamanan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, tidak dapat ditawar,” ujarnya saat menjadi narasumber.
Ir. Zaenal mengungkapkan rencana pembangunan PLTN pada 2027 dan menegaskan BAPETEN menjaga kemandirian fungsi pengawasan agar tidak terpengaruh kepentingan pihak lain, serta senantiasa mengacu pada standar keselamatan nasional maupun internasional.
Sementara Anggota Komisi XII DPR RI, H. Rokhmat Ardiyan (HRA), menyoroti pentingnya keterbukaan di balik rencana berskala besar ini.
“Pemanfaatan tenaga nuklir menyangkut masa depan bangsa. Perencanaannya tidak boleh tertutup. Masyarakat berhak mengetahui arah, tujuan, serta langkah pengamanan yang disiapkan. Pengawasan harus berjalan menyeluruh dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi jangan beri celah yang merugikan rakyat,” tegasnya.
HRA mengingatkan agar pemanfaatan tenaga nuklir benar-benar ditujukan untuk kemaslahatan umum di bidang energi, kesehatan, pertanian, hingga penelitian dan dikelola secara profesional serta bertanggung jawab.
“Kami di Komisi XII akan mengawasi agar rencana ini tidak hanya indah di atas kertas. Harus dijalankan dengan ketegasan, kejujuran, dan kepedulian nyata terhadap keselamatan seluruh masyarakat Indonesia. Bersama BAPETEN, kami juga berupaya mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat luas, akademisi, dan mahasiswa,” pungkasnya.
Rencana PLTN 2027 kini memasuki fase krusial, kemajuan bangsa harus beriringan dengan perlindungan rakyat, bukan mengorbankannya.
(H.Aboy)

