Diskominfo Kuningan Bekali 75 Admin Medsos Strategi Konten dan Komunikasi Publik

Kuningan,-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan memperkuat barisan pengelola media sosial pemerintah. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Media Sosial SKPD dan Kecamatan resmi digelar di Lantai 3 Aula Pascasarjana Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI), Kamis (27/8/2026), diikuti 75 peserta yang merupakan admin media sosial dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, serta bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kuningan memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola komunikasi publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Tutut hadir Sekretaris Diskominfo Kabupaten Kuningan Cece Hendra Crissianto, S.STP., M.Si., Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Nana Suhendra, M.Pd., serta Rektor Universitas Bhakti Husada Indonesia Dr. H. Abdal Rohim, S.Kp., M.H. Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. Sigit Setya Kusuma, S.Sn., M.Sn. dengan materi Konten Kreatif dan Klikbait, serta Rizki Aly Santosa yang menyampaikan materi Manajemen Konten.

Kepala Bidang IKP Diskominfo Kuningan, Nana Suhendra, M.Pd., menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut pemerintah untuk terus beradaptasi dalam menyampaikan informasi dan berkomunikasi dengan masyarakat. Media sosial kini menjadi ruang utama pemerintah dalam menyampaikan pesan publik.

“Komunikasi bukan hanya bicara tentang apa yang dibicarakan, tetapi bicara tentang pesan apa yang disampaikan. Salah satu saluran utama menyampaikan pesan saat ini adalah ruang digital melalui media sosial,” ujarnya.

Nana menekankan bahwa tugas admin media sosial pemerintah jauh melampaui sekadar mengunggah dokumentasi kegiatan. Para pengelola memiliki tanggung jawab besar membangun interaksi dengan masyarakat, termasuk merespons komentar, aduan, keluhan, hingga aspirasi yang masuk melalui kanal digital — bahkan di luar jam kerja.

“Admin media sosial ini bukan pekerjaan biasa, tetapi pekerjaan yang menyita waktu. Terkadang kita juga harus menjawab komentar di luar jam kerja, ada siang, ada malam,” katanya.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan mewujudkan keseragaman dan sinkronisasi pesan serta narasi Pemkab Kuningan; mendorong pengelolaan media sosial yang cepat, tepat, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan; serta meningkatkan kemampuan admin dalam memantau dinamika publik, menyerap aspirasi, dan merespons isu yang berkembang.

Arahan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. dibacakan oleh Sekretaris Diskominfo, menegaskan bahwa media sosial telah berkembang menjadi sarana paling efektif, cepat, dan menjangkau luas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Setiap SKPD wajib memiliki dan mengelola akun media sosial secara aktif dan bertanggung jawab.

“Media sosial bukan lagi sekadar sarana hiburan, melainkan menjadi sarana yang sangat efektif, cepat, dengan jangkauan yang luas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” demikian arahan Bupati.

Bupati meminta pengelolaan media sosial dilakukan dengan strategi yang matang dari perancangan pesan, penyusunan konten, hingga pembangunan interaksi. Informasi yang disampaikan harus cepat, akurat, jelas, dan bermanfaat. Para admin tidak hanya diminta membagikan kegiatan instansi, tetapi juga menyampaikan program, kebijakan, capaian pembangunan, dan informasi pelayanan publik.

Akun media sosial SKPD diharapkan dapat membangun narasi yang selaras dengan kebijakan Pemkab Kuningan, serta aktif menyebarluaskan informasi dari pimpinan daerah. Setiap unggahan harus menjunjung etika ASN, bebas dari hoaks dan konten provokatif, serta memenuhi kaidah jurnalistik termasuk unsur 5W+1H.

“Setiap unggahan yang kita buat bukan sekadar informasi biasa, melainkan merupakan siaran resmi yang dapat dimuat ulang oleh media massa maupun masyarakat luas,” tegas Bupati.

Konten prioritas mencakup kegiatan instansi, pelayanan publik, program pembangunan, promosi potensi daerah, klarifikasi isu, edukasi pencegahan hoaks, penanganan bencana, hingga narasi yang memperkuat persatuan dan pelestarian nilai budaya.

Bupati Dian berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penambahan wawasan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengelolaan media sosial di masing-masing instansi.

“Kehadiran admin media sosial yang kompeten dan berdedikasi sangat besar manfaatnya bagi kemajuan Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.

(H.Aboy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *