Kuningan,-Duka mendalam menyelimuti keluarga besar warga Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan. Seorang pemuda berinisial J (28), mantan petugas keamanan, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di sebuah gedung konstruksi kawasan Golden Triangle, Laos, setelah hilang kontak selama hampir satu bulan.
Kabar duka ini terungkap setelah jenazah beserta identitasnya ditemukan pada 31 Agustus 2026. Diperkirakan J telah mengembuskan napas terakhir sejak 11 Agustus 2026.
Bibinya, MS, menceritakan kronologi peristiwa yang mengubah nasib keponakannya:
“Ponakan saya itu namanya J, usianya 28 tahun. Dia berangkat sekitar bulan November 2025. Tadinya bekerja sebagai satpam, kemudian ada pihak yang mengajak dan mengiming-imingi pekerjaan dengan gaji besar,” ujar MS saat ditemui, Kamis (10/9/2026).

J sempat transit di Singapura sebelum akhirnya terdampar di Laos. Komunikasi dengan keluarga terputus total sejak pertengahan Juli 2026. Sebelum hilang kabar, J sebenarnya sudah berencana pulang dan berhasil mengumpulkan tabungan sekitar Rp80 juta. Namun niat itu terhalang ancaman denda pemutusan kontrak sepihak yang nilainya mencapai Rp50 juta.
Kini duka bertambah berat. Jenazah J masih tertahan di salah satu rumah sakit di Laos. Estimasi biaya pemulangan jenazah ke tanah air menembus Rp200 juta, jumlah yang sama sekali tak mampu ditanggung keluarga.
“Kami memohon uluran tangan dari pemerintah maupun pihak yang dapat membantu, agar jenazah keponakan kami dapat segera dipulangkan dan dimakamkan secara layak di tanah kelahirannya,” harap MS dengan suara bergetar.
Sementara Pola keberangkatan diiming-imingi gaji besar, rute tak wajar, terhalang denda puluhan juta mengarah kuat pada dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait penyebab pasti kematian maupun status hukum kasus tersebut.
MS berharap seluruh tabir misteri yang menimpa J dapat segera terungkap secara terang benderang, “Saya berharap kasus serupa tidak kembali menelan korban dan segera usut kasus J agar terang benderang.” Harapnya.
(H.Aboy)

