Cadangan 40 MW, Potensi Panas Bumi Gunung Ciremai Siap Ditawarkan ke Investor  

Kuningan,-Kawasan Gunung Ciremai di Kabupaten Kuningan resmi masuk dalam daftar 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dilelang oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Potensi energi bersih ini diproyeksikan menghasilkan kapasitas 25 MW dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2033.

 

Berdasarkan data Kementerian ESDM, WKP Gunung Ciremai memiliki cadangan energi panas bumi sebesar 40 MW. Berdasarkan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kuningan, lokasi pengembangannya dipusatkan di wilayah Kecamatan Pasawahan.

 

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan, lelang ini merupakan langkah percepatan pengembangan energi bersih nasional.

 

“Keempat belas lokasi ini tadinya diproyeksikan dikerjakan dalam 10 tahun ke depan, kini kami tawarkan lebih awal sesuai arahan Menteri ESDM,” ujar Eniya melalui unggulan resmi @djebtke, Jumat (21/8/2026).

 

Selain untuk pembangkit listrik, pemerintah juga mendorong pemanfaatan langsung uap panas bumi (direct use) bagi kebutuhan masyarakat sekitar seperti pertanian, perkebunan, hingga fasilitas umum. Total investasi dari program ini diproyeksikan menembus lebih dari Rp39 triliun pada tahun ini.

 

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan Putu Bagiasna menyatakan belum menerima dokumen resmi terkait rencana tersebut.

 

“Informasi lengkapnya belum kami terima. Akan kami konfirmasi lebih dulu ke pihak terkait,” ungkap Putu, Jumat (4/9/2026).

 

Masyarakat Kuningan berharap pengelolaan potensi energi ini sejalan dengan imbauan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi maju tanpa merusak kelestarian Gunung Ciremai, serta manfaatnya dirasakan langsung oleh warga setempat.

 

Daftar 14 WKP Panas Bumi yang Dilelang

1. Gunung Ciremai Jawa Barat 40 MW 25 MW (2033)

2. Gunung Galunggung Jawa Barat 125 MW 110 MW (2033)

3. Gunung Iyang Argopuro Jawa Timur 185 MW 55 MW (2033)

4. Gunung Wilis Jawa Timur 50 MW 40 MW (2033)

5. Danau Ranau Lampung–Sumsel 42 MW 40 MW (2033)

6. Songgoriti Jawa Timur 40 MW 40 MW (2033)

7. Gunung Endut Banten 38 MW 35 MW (2033)

8. Sipoholon Ria-ria Sumatera Utara 35 MW —

9. Gunung Pandan Jawa Timur 30 MW 60 MW (2032)

10. Marana Sulawesi Tengah 28 MW —

11. Lainea Sulawesi Tenggara 68 MW —

12. Suwawa Gorontalo 20 MW —

13. Guci Jawa Tengah 20 MW 20 MW (2033)

14. Sembalun NTB 11 MW 10 MW (2033)

 

 

(H.Aboy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *