Kuningan,-Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. mengingatkan para penyedia layanan internet (ISP) agar tidak hanya mengejar jumlah pelanggan dan keuntungan bisnis. Menurutnya, internet kini sudah menjadi infrastruktur kehidupan yang menyentuh seluruh aspek masyarakat.
Pesan itu disampaikan saat membuka Festival Pantura IX Paguyuban ISP SUCIAYUMAJAKUNING (Subang–Cirebon–Indramayu–Majalengka–Kuningan) Volume 3, di Ipukan Highland, Minggu (30/8/2026).
“Internet hari ini sudah berbicara tentang infrastruktur kehidupan. Bapak Ibu tidak hanya menjual bandwidth kalian membuka kesempatan,” ujar Bupati Dian.
Bupati menjelaskan internet menopang pelayanan pemerintahan, pendidikan siswa, pemasaran UMKM, hingga informasi harga bagi petani. Karena itu, pertumbuhan ISP harus dibarengi peningkatan kualitas, inovasi, dan pemerataan akses.
“Jangan sampai internet hanya terpusat di kota. Kuningan punya 376 desa dan kelurahan saya titip, jangkau sampai ke pelosok,” tegasnya.
Bupati berharap paguyuban ini menjadi kekuatan membangun ekosistem ekonomi digital Jawa Barat bagian timur.
“Kalau bandwidth menghubungkan perangkat, kolaborasi ini menghubungkan peluang. Tidak ada yang berkembang sendiri,” katanya.
Ketua Pengwil APJII Jawa Barat Geary M. Fherza memuji SUCIAYUMAJAKUNING sebagai kawasan paling aktif dan kreatif dari enam wilayah di Jawa Barat. Dengan 288 ISP di Jawa Barat dan 1.600 secara nasional, paguyuban ini memperkuat posisi ISP lokal agar mampu bersaing sekaligus mematuhi regulasi.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Deny Restu Ginanjar menyebut saat ini tergabung 40 ISP dan 97 mikro operator/RT/RW Net, termasuk lima ISP yang berbasis di Kuningan. Kegiatan ini menjadi sinergi bisnis antara penyedia layanan, vendor, serta pelaku usaha lainnya.
Festival telah dibuka sehari sebelumnya dengan CEO Meeting bersama perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, serta pemberian penghargaan bagi insan yang berkontribusi bagi perkembangan internet daerah.
(H.Aboy)

