Kuningan,-Kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, hingga memasuki hari ke-9 pada Kamis (20/8/2026) masih belum sepenuhnya dipadamkan dan terus ditangani secara serius oleh tim gabungan. Peristiwa ini semakin menguatkan kesadaran akan pentingnya penanganan sampah sejak dihasilkan di lingkungan masyarakat, agar tidak menumpuk dan memicu bahaya serupa di tempat lain.
Merespons situasi tersebut, Manager Marketing Nurul Muhibbin Ecogreen Faida Ayu bergerak bergerilya menyambangi desa-desa untuk mensosialisasikan pemilahan dan pengolahan sampah di sumbernya. Langkah ini diambil agar kesadaran warga tumbuh dan persoalan sampah dapat diatasi sebelum menumpuk menjadi bencana.
Selama masa kunjungan, tim telah menyambangi 22 desa, yaitu:
1. Desa Ciawi
2. Desa Pangkalan
3. Desa Dukuh Dalem
4. Desa Ciomas
5. Desa Kapandayan
6. Desa Ciawilor
7. Desa Ciputat
8. Desa Karangkamulyan
9. Desa Cihaur
10. Desa Sukadana
11. Desa Mekarjaya
12. Desa Sukaraja
13. Desa Sukamukti
14. Desa Pamijahan
15. Desa Susukan
16. Desa Karoya
17. Desa Sidaraja
18. Desa Oleced
19. Desa Pagundan
20. Cijagamulya
21. Muncangela
22. Dukuh Lor

Secara garis besar, seluruh desa menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan untuk menyusun jadwal kegiatan. Sebagian desa yang hanya bertemu Sekretaris Desa menyampaikan akan berkoordinasi lebih dulu dengan Kepala Desa dan perangkat lainnya guna menentukan langkah selanjutnya.
Faida Ayu mengungkapkan dari kunjungan tersebut sejumlah kendala yang memerlukan perhatian serius diantaranya Kesadaran Masyarakat Masih Rendah dan kendala pembiayaan untuk mengelola sampah di tiap Desa.
“Yang saya temukan di lapangan rata-rata kendalanya kesadaran masyarakat masih rendah dan pembiayaan pengelolaan sampah.” Ungkap Faida.
Sementara Kepala Desa Ciomas menyampaikan bahwa antusiasme warga terhadap pengolahan dan daur ulang sampah belum optimal. Diperlukan pendekatan dan strategi khusus agar partisipasi masyarakat dapat terpicu.
“Diperlukan strategi Khusus dan Beberapa desa mengeluhkan minimnya dana pelaksanaan. Hal ini dimohon mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah, Provinsi, maupun Pusat.” Ujar Kades Ciomas.
Lebih jauh Faida Ayu menjelaskan Desa Dukuh Lor menyambut baik namun menyampaikan adanya pengalaman kurang menyenangkan terkait penanganan sampah sebelumnya. Desa ini belum memiliki TPS sendiri dan selama ini memanfaatkan fasilitas desa tetangga.
“Dengan mensosialisasikan ke Desa-Desa diharapkan Jejaring Kerja Sama Semakin Luas Gerakan ini juga membuka peluang kemitraan strategis yang diharapkan memperkuat solusi jangka panjang.” Pungkasnya.
(H.Aboy)

