Kuningan,-Selama satu minggu terakhir, sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kuningan mencatat peningkatan jumlah pasien yang cukup signifikan. Beberapa fasilitas pelayanan kesehatan bahkan mengalami kepenuhan tempat tidur, sehingga pasien harus menunggu giliran untuk mendapatkan perawatan.
Kondisi ini sejalan dengan laporan peningkatan kasus Influenza A yang juga menyebar di sejumlah daerah, termasuk wilayah Bandung, yang dikenal masyarakat dengan sebutan “super flu”. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Kuningan, dr. Edi Martono, memberikan penjelasan sekaligus imbauan kepada masyarakat.
“Kami mencatat adanya peningkatan kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan belakangan ini. Beberapa rumah sakit memang sempat penuh, sehingga pasien harus menunggu. Kondisi ini menjadi perhatian serius kami,” ujar Kadinkes.
Kadinkes menjelaskan Istilah “super flu” bukanlah nama diagnosis medis resmi atau jenis virus baru. Istilah ini merujuk pada varian influenza yang gejalanya mirip flu biasa demam tinggi mendadak, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, hingga kelelahan ekstrem namun menyebar lebih cepat dan agresif. Hal ini disebabkan perubahan genetik pada virus sehingga lebih cepat bereplikasi sebelum sistem kekebalan tubuh membangun pertahanan.
Edi Martono sapaan akrabnya mengimbau masyarakat tetap tenang namun disiplin menjaga kesehatan dengan langkah pencegahan berikut:
– Gunakan masker saat berada di tempat ramai atau menggunakan transportasi umum
– Istirahat cukup dan jaga asupan makanan bergizi
– Untuk gejala ringan, lakukan perawatan mandiri di rumah: perbanyak minum air putih, istirahat, minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan
– Siapkan botol minum pribadi sebagai pengingat agar tubuh tidak kekurangan cairan
– Segera datang ke fasilitas kesehatan jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam 3 hari
“Kita hadapi dengan tenang dan disiplin. Fasilitas kesehatan sedang berupaya mengoptimalkan pelayanan. Yang terpenting, jaga kebersihan diri dan lingkungan, serta tetap patuhi anjuran kesehatan,” tegasnya.
Perawatan mandiri di rumah untuk kasus ringan dinilai sangat membantu meringankan beban fasilitas kesehatan sekaligus mempercepat proses pemulihan.
(H.Aboy)

