4 Lokasi Lahan Bambu Terbakar, Diduga Dipicu Sisa Pembakaran Sampah  

Kuningan,-Kebakaran lahan rumpun bambu melanda empat lokasi berbeda di Kabupaten Kuningan, diduga kuat dipicu oleh sisa bakaran sampah yang masih menyala dan menjalar ke tanaman kering.

1. Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi  5 Hektar

Kebakaran terjadi Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 12.26 WIB. Sugandi, Pamong Desa Purwasari, pertama kali melihat kepulan asap dan langsung mengerahkan warga dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta anggota Polsek Garawangi untuk melakukan pemadaman mandiri. Namun api semakin membesar dan meluas.

Tim UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan segera bergerak ke lokasi. Kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 1 jam 45 menit, tepatnya pukul 13.30 WIB. Luas lahan yang terbakar mencapai 5 hektar.

2. Kelurahan Cijoho Rabu (23/9/2026)

Kebakaran terjadi di tepi Jalan Dr. Mohammad Hatta, pukul 11.30 WIB. Berdasarkan keterangan warga bernama Djaja, peristiwa bermula dari pembakaran sampah yang apinya merambat ke kebun bambu. Tim Damkar tiba dan memadamkan api menggunakan randis pancar dalam waktu ± 20 menit, pukul 12.15 WIB.

3. Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur  Rabu (23/9/2026)

Kebakaran lahan bambu terjadi di Jalan Rama Jaksa, pukul 15.25 WIB. Warga bernama Ikin melihat kepulan asap dan melaporkan kejadian tersebut. Enam anggota Damkar melakukan pemadaman dan pendinginan pada lahan seluas ± 100 meter persegi. Api berhasil dipadamkan dalam waktu ± 90 menit, pukul 17.10 WIB.

4. Desa Ciomas, Kecamatan Ciawigebang  Rabu (23/9/2026)

Kebakaran melanda kebun bambu milik H. Nurdin dan H. Dadi di Dusun Manis, RT 02/RW 01, pukul 12.30 WIB. Saksi menyampaikan warga melihat asap sejak pukul 12.00 WIB. Enam anggota Regu 3 Damkar segera bertindak menggunakan satu randis pancar. Api dipadamkan dalam waktu ± 25 menit, pukul 13.25 WIB. Luas lahan terbakar ± 300 meter persegi.

Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengonfirmasi seluruh kejadian tersebut. Ia mengingatkan warga agar berhati-hati membakar sampah di tengah musim kemarau, karena sisa bara api mudah menjalar ke lahan kering dan menimbulkan kebakaran yang merugikan.

“Saya berharap warga berhati-hati dalam membakar sampah harus sampai mati tidak menyisakan bara sehingga bisa menimbulkan kebakaran dan merugikan orang lain.” Imbuhnya.

 

(H.Aboy)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *