Pasanggiri Moka 2026, Bupati Dian: Jadilah Inspirasi Generasi Muda dan Mitra Pembangunan  

Kuningan,-Pasanggiri Mojang & Jajaka (Moka) Kabupaten Kuningan Tahun 2026 berlangsung meriah di Gedung Auditorium SMKN 3, Jalan Raya Gunungkeling, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Sabtu (17/10/2026). Dari 30 finalis, dua orang peserta mengundurkan diri sebelum proses penobatan berlangsung.

 

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Dading Fajarudin, menjelaskan agenda tahunan ini digelar oleh Disporapar dan disaksikan langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, jajaran perangkat daerah, Paguyuban Moka, orang tua peserta, para suporter, dan para undangan. Sebelum malam penobatan, para finalis telah mengikuti masa karantina selama tiga hari, pada 12–14 Oktober 2026, di Gedung BKPSDM Kuningan.

 

 

Dalam sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa gelar Mojang Jajaka bukan sekadar hasil akhir dari sebuah kompetisi, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab untuk ikut memajukan daerah, melestarikan budaya lokal, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda.

 

Bupati mengingatkan, terpilihnya seseorang sebagai finalis maupun pemenang Moka Kabupaten Kuningan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar.

 

“Jangan sampai pemikiran kita hanya ingin dikenakan selempang, hanya ingin diberikan mahkota, hanya ingin diberi gelar sebagai Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan. Karena yang paling utama adalah makna ketika dianugerahi gelar ini, yaitu sebuah tanggung jawab,” tegas Bupati Dian.

 

Para Mojang dan Jajaka terpilih diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkenalkan potensi daerah, terutama destinasi wisata, serta mendorong kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kuningan.

 

Proses pembekalan dan karantina yang telah dilalui para finalis dinilai sebagai investasi berharga bagi masa depan. Selain menambah wawasan tentang potensi daerah, masa pembekalan tersebut juga membentuk karakter, etika, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, dan semangat kebersamaan.

 

Di tengah arus kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat, Bupati Dian juga mengingatkan generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan akar budaya.

 

“Tradisi dan sejarah lokal bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan pedoman yang tetap relevan untuk kehidupan masa kini dan masa depan,” ujarnya.

 

“Saya ingin Mojang dan Jajaka Kuningan modern dalam berpikir, namun tetap bersantun, penuh percaya diri tanpa kehilangan kerendahan hati, berwawasan luas namun tidak melupakan akar lokal,” tambahnya.

 

 

 

(H.Aboy)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *