Kuningan,-Teror anjing liar kembali meresahkan warga Desa Cimulya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan. Empat ekor kambing milik warga tewas diterkam dalam serangan yang terjadi tengah malam, Sabtu (3/10/2026). Tiga ekor milik Muhidin dan satu ekor lainnya milik Alek.
Serangan berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB saat warga mulai beristirahat. Kambing-kambing tersebut berada di dalam kandang, namun tetap menjadi sasaran serangan hewan liar yang mendatangi pemukiman.
Muhidin meyakini munculnya anjing-anjing liar ini tak lepas dari dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Kuningan. Sawah mengering, sumber air menyusut, dan padang rumput layu. Kondisi ini memaksa hewan liar mencari makanan dan air lebih jauh, hingga masuk ke area pemukiman warga.
“Karena kemarau panjang, rumput mengering. Kami sendiri susah mencari pakan, apalagi hewan liar di luar sana,” ujar Muhidin.
Para peternak pun kini berjuang memenuhi kebutuhan pakan ternak. Rumput yang menjadi pakan utama sulit didapat karena kering. Sebagai pengganti, kambing hanya diberi irisan batang pisang muda dan potongan ubi singkong. Di tengah kesulitan tersebut, teror anjing liar justru datang menambah beban.
Hal yang semakin membuat warga bingung, anjing-anjing itu tidak memangsa kambing yang diserang. Kambing hanya diterkam hingga tewas, lalu ditinggalkan begitu saja.
“Anehnya, tidak diseret, tidak dimakan. Hanya diterkam dan dibiarkan mati di tempat,” ungkap Alek, pemilik satu ekor kambing yang tewas.
Menyikapi kejadian ini, aparat desa mengimbau seluruh warga yang memiliki ternak untuk meningkatkan kewaspadaan. Kandang harus diperiksa kekokohannya, ditutup rapat, dan jika perlu dipasang penerangan agar hewan liar enggan mendekat.
“Kami mengingatkan, jangan lengah. Pastikan kandang terkunci dan tertutup rapat. Kehilangan ternak di masa sulit seperti ini sungguh sangat merugikan warga,” pesan perangkat desa setempat.
Hingga saat ini, warga berharap pihak terkait segera turun membantu mengatasi keberadaan anjing liar yang berkeliaran agar tidak menimbulkan korban lebih banyak.
(H.Aboy)

