Gubernur Jabar KDM : Bagi Kuwu Aktif Jaga Lereng Ciremai Bakal Diganjar Rp 1 Miliar Per-desa

Kuningan.– Dibalik Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Taman Nasionsnal Gunung Ciremai (TNGC) membawa hikmah bagi desa-desa di sekitar kawasan Gunung Ciremai. Pasalnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menjanjikan bantuan sebesar Rp1 miliar per desa bagi kepala desa yang aktif menjaga kelestarian lereng Gunung Ciremai.

 

Janji tersebut disampaikan KDM saat terjun langsung ke lokasi karhutla dan berdialog bersama Bupati Kuningan m Dian Rachmat Yanuar, dan sejumlah kepala desa di kawasan Karang Dinding, pekan kemarin (24/10/2026).

 

KDM mengingatkan, komitmennya untuk memberikan bantuan kepada desa-desa yang berada di sekitar kawasan gunung. Namun, ia menegaskan bantuan itu ditujukan bagi kepala desa yang aktif dalam menjaga lingkungan dan kelestarian kawasan Ciremai.

 

Pada kesempatan itu, hadir beberapa kepala desa di antaranya, Desa Cibuntu Padabeunghar, Pasawahan, dan Singkup.

 

Saya dulu pernah berjanji akan memberi bantuan kepada desa-desa di sekitar gunung. Terutama desa yang memenuhi kriteria, menjaga kelestarian hutan, menlindungi sumber mata air, serta mencegah kerusakan lingkungan di kawasan penyangga Gunung Ciremai.

ujarnya KDM.

Pernyata itu spontan disambut antusias oleh para kepala desa yang hadir.

 

Janji tersebut menjadi angin segar bagi pemerintah desa. Terutama desa-desa di sekitar Gunung Ciremai. Selain berpotensi memperkuat pembangunan desa, dukungan anggaran itu diharapkan mendorong keterlibatan aktif pemerintah desa dalam menjaga kelestarian hutan, melindungi sumber mata air, serta mencegah kerusakan lingkungan di kawasan penyangga Ciremai.

 

Namun demikian, mekanisme penyaluran, persyaratan penerima, serta kepastian realisasi bantuan masih perlu diperjelas agar komitmen tersebut dapat diwujudkan secara terukur dan tepat sasaran.

 

Bagi desa-desa di lereng Ciremai, janji KDM akan memberi bantuan dana Rp1 miliar ini bukan sekadar kabar bantuan, melainkan peluang untuk memperkuat peran masyarakat desa sebagai garda terdepan penjaga kelestarian lingkungan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *