Dua Aksi Satu Lokasi : LSM Frontal Minta Hentikan, Relawan MBG Tegaskan Program Tetap Berjalan

Kuningan,-Suasana di depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (26/10/2026) pagi berlangsung dinamis. Puluhan massa dari dua kelompok berbeda menyampaikan pandangan yang berlawanan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aksi berlangsung tertib dan terpantau dijaga ketat oleh puluhan personel kepolisian serta Satpol PP sejak pukul 09.30 WIB.

 

Kelompok pertama, yaitu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Frontal di bawah koordinasi Uha Juhana, secara tegas menyampaikan penolakan dan mendesak penghentian sementara program MBG di Kuningan. Tiba di lokasi dengan empat kendaraan, massa menyampaikan aspirasi di area depan Pendopo sambil meneriakkan yel-yel penolakan terhadap program tersebut.

 

Dalam orasinya, Uha Juhana menilai pelaksanaan program MBG saat ini memicu berbagai polemik di lapangan. Ia mendesak pemerintah daerah agar mengkaji ulang secara mendalam kebijakan tersebut demi kepentingan masyarakat luas dan memastikan tidak ada penyimpangan dalam penyalurannya.

 

Sementara Di sisi lain, tak lama kemudian muncul kelompok tandingan dari Ormas Pemuda Pancasila bersama para relawan dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang justru menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis nasional tersebut.

 

Koordinator lapangan, Budi Banten, secara tegas menyatakan keberatan terhadap aksi penolakan yang dinilai berpotensi menghalangi hak anak-anak, khususnya siswa dari keluarga kurang mampu yang sangat membutuhkan pemenuhan asupan gizi dari negara.

 

“Pertama, demonstrasi yang dilakukan dinilai menghalang-halangi hak konstitusional anak. Aksi penolakan yang bersifat koersif di lapangan juga berpotensi menghalangi dan merugikan hak anak-anak serta para siswa dari keluarga tidak mampu yang sangat membutuhkan intervensi pemenuhan gizi dari negara,” ujar Budi Banten dalam pernyataan sikapnya.

 

Menyikapi dua aksi yang berlangsung bersamaan, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, didampingi sejumlah pejabat daerah menemui langsung kedua kelompok. Bupati Dian menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuningan membuka ruang dialog selebar-lebarnya bagi seluruh aspirasi masyarakat.

 

“Kami sangat memahami aspirasi yang disampaikan, baik yang menolak maupun yang mendukung program MBG sebagai Program Strategis Nasional,” ujar Bupati Dian.

 

Lebih jauh Bupati Dian mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya dengan tertib. “Terima kasih kepada para pengunjuk rasa telah menjaga situasi hingga aksi berjalan aman dan tetap kondusif. Pendopo ini adalah rumah rakyat dan etalase pemerintah daerah yang harus kita jaga bersama ketertibannya,” tambahnya.

 

Hingga akhir kegiatan, kedua aksi berjalan dengan tertib dan tidak terjadi bentrokan. Masyarakat berharap pemerintah dapat menampung dan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan demi kebaikan bersama.

 

 

(H. Aboy)

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *