Teknologi Drone Termal & Metode Tanah Diterapkan, Bupati Minta Bantuan Ke Pemprov Jabar  

Kuningan,-Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, memasuki hari ke-7 pada Selasa (18/8/2026), namun upaya pemadaman masih terus dilakukan secara intensif. Berbagai unsur telah dikerahkan untuk mempercepat pengendalian api, mulai dari perusahaan penyedia air, tim Damkar, BPBD, TNI, Polri, hingga dukungan dari BPBD Kota Cirebon.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana yang akrab disapa Ibe, menjelaskan di lokasi kejadian bahwa semua upaya telah dilakukan. Dukungan dari BPBD Kota Cirebon membawa terobosan baru berupa pendeteksian titik panas menggunakan drone termal. Teknologi ini memungkinkan tim mengetahui titik-titik bara api secara lebih akurat sehingga penyiraman dapat dilakukan tepat sasaran dan lebih efektif.

 

“Semua pihak bergerak bersama. Dengan bantuan BPBD Kota Cirebon, kami menggunakan sistem pendeteksian panas lewat drone. Titik bara api dapat terpetakan dengan jelas, sehingga tim pemadam bisa bekerja lebih presisi dan efisien,” ujar Ibe.

 

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., didampingi Ibu Hj. Ela Helayati, turun langsung meninjau lokasi. Beliau menyambut baik penerapan teknologi tersebut yang sangat membantu tim gabungan. Bupati juga telah meminta dukungan berupa tiga unit kendaraan pengangkut air kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat pasokan air pemadaman di lokasi.

 

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja keras hingga hari ke-7 ini. Dengan bantuan personel BPBD Kota Cirebon dan penggunaan drone termal, titik-titik api dapat terdeteksi dengan lebih baik, sehingga pemadaman menjadi lebih terarah,” ungkap Bupati Dian.

 

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Ir. Usep Sumirat, menjelaskan bahwa tim juga menerapkan metode penutupan tanah untuk memadamkan titik bara api. Metode ini dinilai paling efektif sejauh ini untuk meredam bara api yang tersembunyi di dalam tumpukan sampah agar tidak kembali berkobar.

 

“Metode yang kami terapkan saat ini adalah penutupan dengan tanah untuk mematikan titik bara api. Sejauh ini cara tersebut paling efektif mempercepat pemadaman. Saya berharap dengan metode ini, kebakaran di TPSA Ciniru dapat segera teratasi sepenuhnya,” imbuhnya.

 

Dengan kombinasi teknologi pendeteksian titik panas, penambahan armada pengangkut air, serta metode penutupan tanah, seluruh pihak berharap kebakaran yang telah berlangsung selama seminggu ini dapat segera dipadamkan tuntas dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.

 

 

(H.Aboy)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *