Kuningan,-Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, melakukan kunjungan kerja sekaligus pemantauan langsung ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan, Selasa (29/9/2026). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut pemberitaan dugaan perlakuan istimewa terhadap warga binaan di lembaga pemasyarakatan lain, guna memastikan hal serupa tidak terjadi di wilayah Kuningan.
Ditinjau secara menyeluruh mulai pukul 13.00 WIB, Sri Laelasari memeriksa ruang perkantoran, blok hunian, sarana pembinaan, lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi, fasilitas kesehatan, dapur, rumah dinas, hingga seluruh ruang pendukung di lingkungan Lapas.
Usai peninjauan, Sri Laelasari menegaskan berdasarkan pengamatan langsung, seluruh warga binaan di Lapas Kuningan mendapatkan perlakuan yang setara tanpa ada yang diistimewakan.
“Saya kaget setelah mengetahui pemberitaan terkait perlakuan istimewa di Lapas Cibinong Kabupaten Bogor. Karena itu, hari ini saya turun langsung memantau Lapas Kuningan, berkeliling melihat setiap ruangan. Di sini, semua warga binaan diperlakukan sama, tidak ada yang diistimewakan,” tegas Sri Laelasari.
Sri juga meninjau fasilitas kesehatan serta dapur program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai pelayanan secara umum cukup memadai, meskipun masih terdapat keterbatasan terkait alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
“Meskipun ada kekurangan karena keterbatasan anggaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, namun secara umum pelayanan kepada warga binaan saya nilai masih cukup baik,” ungkapnya.
Dalam aspek keamanan, Sri Laelasari menekankan pentingnya pencegahan peredaran narkoba di dalam lingkungan Lapas. Ia mengapresiasi langkah Kepala Lapas yang rutin melakukan inspeksi mendadak ke kamar hunian warga binaan.
“Kasus narkoba menjadi perhatian serius. Jangan sampai ada warga binaan yang masih mengonsumsi, apalagi mengedarkan narkoba di dalam Lapas ini,” tandas Sri.
Sementara itu, Sri Laelasari memuji pemanfaatan lahan untuk program ketahanan pangan yang berjalan produktif — meliputi budidaya sayuran, melon, perikanan, peternakan kambing, ayam, hingga sapi di Palutungan. Program pembinaan kemandirian seperti pembuatan peci bermotif batik khas Kuningan, roti, dan penjahitan juga dinilai positif sebagai bekal keterampilan pasca-masa tahanan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, menyambut baik kunjungan tersebut. “Kami memastikan seluruh warga binaan mendapatkan pelayanan dan pembinaan sesuai ketentuan, tanpa perlakuan istimewa. Pengawasan dan pemeliharaan fasilitas terus kami lakukan agar berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar Eries.
Kegiatan ini memperkuat sinergi antara DPRD dan Lapas Kuningan guna mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang aman, tertib, transparan, dan akuntabel.
(H.Aboy)

