Kuningan,-Dari lahan yang dikelola dan dirawat secara berkelanjutan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan kembali memetik hasil manis melalui program ketahanan pangan. Bertempat di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi, sebanyak 300 kilogram jagung berhasil dipanen pada Senin (28/9/2026).
Kegiatan panen yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, didampingi jajaran pejabat struktural, staf, serta peserta program magang di lingkungan Lapas Kuningan. Panen ini menjadi bukti nyata optimalisasi pemanfaatan lahan SAE agar dapat memberikan manfaat dan hasil yang produktif.
Rangkaian kegiatan ini berlangsung menyeluruh, dimulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, hingga akhirnya menghasilkan komoditas jagung yang siap dipanen. Hasil sekitar 3 kwintal ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Eries Sugianto, menyampaikan bahwa hasil panen ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mengembangkan lahan SAE menjadi area yang bermanfaat.
“Dari proses menanam hingga panen, kita melihat bahwa lahan SAE memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan. Hasil hari ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan pengelolaan dan produktivitas lahan, sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ujar Eries.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian semata, melainkan juga menjadi sarana pembinaan kemandirian dan keterampilan bagi warga binaan.
Sementara itu, Staf Giatja Lapas Kelas IIA Kuningan, Nono Suhartono, menjelaskan bahwa jagung yang dipanen merupakan hasil dari proses budidaya dan pemeliharaan yang dilakukan secara rutin dan teliti.
“Alhamdulillah, hari ini hasil panen mencapai kurang lebih 300 kilogram. Ini hasil dari kerja nyata, mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga perawatan yang konsisten. Ke depan, kami akan terus mengevaluasi dan meningkatkan pemeliharaan agar hasil panen berikutnya lebih optimal,” ungkap Nono.
Pengelolaan lahan SAE ke depannya akan terus dikembangkan dengan menyesuaikan potensi tanah dan jenis komoditas yang sesuai, sehingga kegiatan pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi manfaat yang semakin luas.
Panen jagung berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan SAE sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian warga binaan.
Dari tanah yang diolah, dirawat, dan dijaga lahirlah hasil yang bermanfaat. Dari tanah hingga panen, Lapas Kuningan terus menumbuhkan produktivitas untuk kebaikan bersama.
(H.Aboy)

